Kemenag Takalar Perkuat Gerakan Pendataan ATS, Solihin Minta Madrasah Aktif Jemput Anak Kembali Bersekola

Kemenag Takalar Perkuat Gerakan Pendataan ATS, Solihin Minta Madrasah Aktif Jemput Anak Kembali Bersekola

Takalarnews.com – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Takalar menggelar rapat koordinasi penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) yang diikuti para kepala madrasah dan operator madrasah se-Kabupaten Takalar.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu (PLHUT) Kemenag Takalar, Rabu (10/6/2026), ini dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Kemenag Takalar, Solihin, didampingi Plt. Kepala Seksi Pendidikan Madrasah.

Rapat koordinasi tersebut dilaksanakan sebagai langkah strategis untuk memperkuat pendataan serta penanganan anak usia sekolah yang belum memperoleh akses pendidikan maupun yang mengalami putus sekolah. Melalui kegiatan ini, Kemenag Takalar berupaya memastikan setiap anak mendapatkan hak pendidikan yang layak dan berkelanjutan.

Dalam arahannya, Solihin menekankan pentingnya pendataan yang akurat dan komprehensif oleh seluruh madrasah. Ia meminta kepala madrasah bersama operator melakukan identifikasi secara langsung di lapangan agar data Anak Tidak Sekolah yang dihimpun benar-benar sesuai dengan kondisi riil masyarakat.

“Pendataan harus dilakukan secara cermat, objektif, dan sesuai fakta di lapangan. Data yang valid akan menjadi dasar dalam menentukan langkah penanganan yang tepat sehingga program pengentasan Anak Tidak Sekolah dapat berjalan lebih efektif,” tegas Solihin.

Menurutnya, persoalan ATS tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kolaborasi antara satuan pendidikan, orang tua, pemerintah, dan seluruh elemen masyarakat untuk mengajak kembali anak-anak yang putus sekolah agar melanjutkan pendidikan.

Karena itu, ia mendorong seluruh madrasah di Takalar untuk aktif melakukan pendekatan dan pendampingan kepada anak-anak yang belum bersekolah.

Melalui rapat koordinasi ini, Kemenag Takalar berharap tercipta kesamaan persepsi serta langkah yang terintegrasi dalam penanganan ATS.

Kegiatan yang berlangsung interaktif dengan sesi diskusi tersebut diharapkan mampu memperkuat sinergi seluruh madrasah dalam menekan angka Anak Tidak Sekolah dan memperluas akses pendidikan bagi anak-anak di Kabupaten Takalar.

(*)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*