Warga Mangarabombang Terancam Gagal Panen, Ribuan Hektare Sawah Kekurangan Air Irigasi

Warga Mangarabombang Terancam Gagal Panen, Ribuan Hektare Sawah Kekuranga Air Irigasi

Takalarnews.com  – Ribuan hektare lahan pertanian di Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar, terancam mengalami gagal panen pada musim tanam kedua tahun ini. Kondisi tersebut dipicu tidak mengalirnya pasokan air irigasi dari Bendungan Pammukkulu yang selama ini menjadi sumber utama pengairan bagi areal persawahan warga.

Keluhan petani terus bermunculan seiring semakin menurunnya ketersediaan air di sejumlah wilayah pertanian. Tanaman padi yang memasuki fase pertumbuhan kini mulai mengalami kekeringan, sehingga menimbulkan kekhawatiran akan terjadinya penurunan hasil produksi bahkan gagal panen secara menyeluruh apabila kondisi tersebut tidak segera ditangani.

f

Berbagai upaya telah dilakukan oleh petani untuk mendorong normalisasi distribusi air dari Bendungan Pammukkulu. Namun hingga saat ini, usaha tersebut belum membuahkan hasil. Kondisi ini semakin memperberat beban petani yang telah mengeluarkan biaya besar untuk pengolahan lahan, pembelian benih, pupuk, dan kebutuhan produksi lainnya.

Keluhan masyarakat juga telah disampaikan kepada Ketua DPRD Takalar, H. Muhammad Rijal. Menindaklanjuti aspirasi warga, ia disebut telah berupaya menghubungi pihak Balai yang menangani pengelolaan irigasi. Namun hingga kini, pasokan air yang diharapkan petani masih belum mengalir ke areal persawahan di Kecamatan Mangarabombang.

Tokoh masyarakat sekaligus petani setempat, Daeng Borong, berharap Pemerintah Kabupaten Takalar segera turun tangan menyikapi persoalan tersebut. Saat ditemui pada Selasa (9/6/2026),

ia meminta Bupati Takalar untuk memberikan perhatian serius terhadap kondisi yang dihadapi petani. “Kami berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret agar air irigasi kembali mengalir. Jika kondisi ini terus berlanjut, ribuan hektare sawah terancam gagal panen dan tentu akan berdampak pada perekonomian masyarakat,” ujarnya.

(Tojeng)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*