Tingkatkan Literasi dan Kreativitas Anak, KKN-T Gelombang 116 Unhas Sukses Gelar GERMAPRES di Desa Lakatong

Tingkatkan Literasi dan Kreativitas Anak, KKN-T Gelombang 116 Unhas Sukses Gelar GERMAPRES di Desa Lakatong

Takalarnews.com –  Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Literasi Gelombang 116 Universitas Hasanuddin sukses menggelar program Gerakan Mahasiswa Apresiasi Literasi (GERMAPRES) di Desa Lakatong, Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar. Puncak penganugerahan apresiasi karya cerita anak ini dilaksanakan di tingkat desa pada (Sabtu/15/08/2026), setelah sebelumnya pelaksanaan lomba penulisan cerita digelar di SD Pa’ganakang pada (Sabtu/08/08/2026).

Program ini berfokus pada kompetisi penulisan cerita kreatif bertajuk “Jejak Kata” yang secara khusus menyasar siswa kelas 5 dan 6 dari SD Kapunrengan, SD Pa’ganakang, dan SD Cikoang. Langkah nyata ini diambil sebagai wujud pengabdian mahasiswa untuk memfasilitasi dan menggerakkan minat literasi anak usia dini di pedesaan, sekaligus memberi ruang berekspresi yang edukatif.

Dalam kompetisi “Jejak Kata”, siswa ditugaskan untuk menyusun cerita baru berdasarkan pemahaman mereka terhadap sebuah bahan bacaan konkret. Mahasiswa KKN bertindak sebagai fasilitator yang mendampingi siswa melalui empat tahapan utama operasional standar (SOP), yaitu: membaca dan menganalisis buku acuan bersama, menentukan ide dengan mengubah sudut pandang atau akhir cerita, membuat kerangka alur, hingga menulis draf dengan bahasa sehari-hari tanpa mendikte ide anak.

Naskah cerita anak-anak dievaluasi menggunakan rubrik penilaian objektif dengan skala 1-5 yang mencakup pemahaman bahan bacaan, kreativitas pengembangan ide, struktur cerita, penggunaan bahasa, dan nilai moral. Sebagai bentuk penghargaan resmi, panitia membagikan apresiasi bagi Juara 1, 2, dan 3 dalam wujud barang edukatif seperti paket alat tulis, tas sekolah, serta piagam penghargaan, dan turut memberikan sertifikat kepesertaan bagi seluruh anak yang berani menyerahkan naskah.

Penanggung Jawab Program GERMAPRES, Heru Ardiansyah, menjelaskan bahwa anak-anak usia Sekolah Dasar berada pada masa keemasan perkembangan kognitif, sehingga daya imajinasi mereka sangat penting untuk diasah dan diberi ruang gerak yang positif. “Sederhananya, Jejak Kata mengajak anak membaca sebuah kisah, lalu menuliskan jejak imajinasi mereka sendiri di atasnya. Menulis cerita berbasis bahan bacaan ini memberi mereka kesempatan memahami isi cerita lebih dalam sekaligus membangun kepercayaan diri,” ujarnya.

Melalui program Apresiasi Literasi Tingkat Desa ini, mahasiswa KKN-T Literasi Gelombang 116 Universitas Hasanuddin berharap kegiatan serupa dapat direplikasi dengan mudah di masa depan, guna mendukung tumbuhnya budaya apresiasi literasi yang berkelanjutan di lingkungan masyarakat Desa Lakatong.

(*)