Tingkatkan Minat Baca dan Kreativitas Anak, KKN-T Literasi Unhas Gelar Proyek “Ayo, Buat Jus Jeruk Limau”

Tingkatkan Minat Baca dan Kreativitas Anak, KKN-T Literasi Unhas Gelar Proyek “Ayo, Buat Jus Jeruk Limau”

Takalarnews.com  – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Literasi Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar Proyek Berbasis Buku Bacaan di UPT SD Negeri 65 Pa’gannakang, Desa Lakatong, Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar, Selasa (4/8/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program kerja bertajuk “Menghidupkan Mimpi Melalui Lipatan: Menumbuhkan Minat Baca dan Kreativitas Anak” melalui proyek “Ayo, Buat Jus Jeruk Limau”. Program ini dirancang untuk meningkatkan minat baca sekaligus melatih kreativitas, kemampuan memahami instruksi, serta keberanian peserta didik, khususnya siswa kelas rendah.

Kegiatan diawali dengan mengajak peserta didik mengamati sampul buku, mengenali judul, serta mengidentifikasi tokoh, bahan, dan tahapan kegiatan yang ditampilkan melalui ilustrasi cerita. Selanjutnya, mahasiswa KKN-T mendampingi peserta didik membaca dan menelusuri isi buku untuk memahami alur serta instruksi yang terdapat di dalamnya.

Sebagai bentuk pembelajaran berbasis praktik, peserta didik kemudian diajak membuat jus jeruk limau secara bersama-sama dengan mengikuti langkah-langkah yang terdapat dalam bacaan. Metode tersebut membuat kegiatan membaca tidak hanya dilakukan secara teoritis, tetapi langsung diterapkan dalam aktivitas yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Selain praktik membuat jus, mahasiswa juga mengajak peserta didik mengembangkan kreativitas melalui kegiatan origami. Anak-anak membuat berbagai bentuk, seperti bunga, burung, dan kupu-kupu. Mereka tampak antusias mengikuti setiap tahapan, mulai dari memilih warna hingga melipat kertas menjadi berbagai bentuk sesuai imajinasi masing-masing.

Penanggung Jawab Program Kerja, Putri Nabila, mengatakan kegiatan tersebut dirancang untuk menghadirkan pembelajaran literasi yang aplikatif, menyenangkan, dan tidak monoton.

“Kami ingin mengubah persepsi bahwa membaca itu membosankan. Melalui proyek jus jeruk limau, anak-anak belajar memahami petunjuk dalam buku sekaligus mempraktikkannya secara langsung. Sementara melalui kreasi origami, anak-anak didorong untuk bebas berimajinasi sekaligus melatih keterampilan motorik. Harapannya, ketertarikan terhadap buku dapat tumbuh secara alami dan belajar menjadi kegiatan yang menyenangkan,” jelas Putri Nabila.

Kegiatan yang berkolaborasi dengan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, UPT SD Negeri 65 Pa’gannakang, dan Pemerintah Desa Lakatong tersebut diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap pengembangan budaya literasi di kalangan peserta didik.

Melalui pendekatan literasi berbasis aktivitas, mahasiswa KKN-T Literasi Unhas berharap anak-anak tidak hanya terbiasa membaca, tetapi juga mampu memahami informasi, mengikuti instruksi, berkreasi, dan menerapkan pengetahuan yang diperoleh dari buku dalam kehidupan sehari-hari.

(Tojeng)