Pesta Miras Berujung Maut di Takalar, Dua Terduga Pelaku Diamankan Polres Takalar
Takalarnews.com – Perselisihan yang diduga melibatkan sejumlah remaja berujung maut di Kecamatan Galesong, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan. Seorang pemuda berusia 22 tahun tewas akibat luka tusuk senjata tajam, sementara satu orang lainnya mengalami luka-luka.
Polres Takalar telah mengamankan dua orang terduga pelaku untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Peristiwa berdarah itu terjadi di Dusun Mattiro, Desa Sawakong, pada Sabtu malam, 24 Oktober 2026. Penyidik Polres Takalar masih menelusuri pemicu keributan serta peran masing-masing pihak dalam insiden tersebut.
Kapolres Takalar, AKBP Ginanjar Fitriadi, membenarkan penangkapan dua orang yang diduga terlibat. Menurutnya, kepolisian menerima laporan peristiwa yang mengakibatkan seorang pemuda meninggal dunia pada Minggu dini hari, 25 Oktober 2026.
“Dua orang sudah kami amankan terkait peristiwa penganiayaan tersebut,” kata Ginanjar kepada wartawan.
Korban meninggal dunia diketahui bernama Fadil (22), warga Desa Boddia, Kecamatan Galesong. Ia mengalami luka tusuk pada bagian perut atas sebelah kiri akibat senjata tajam.
Korban lainnya, Ilham (21), seorang buruh harian asal Desa Sawakong, dilaporkan mengalami luka-luka dalam kejadian itu.
Saat petugas kepolisian tiba di lokasi, Fadil telah dibawa ke rumah sakit dalam kondisi meninggal dunia. Sekitar pukul 01.15 Wita, Minggu (25/10/2026), personel piket Sat Reskrim, Intelkam, dan Patroli Motor yang dipimpin Pamapta IPDA Slamet Riady mendatangi RSUD Padjonga Daeng Ngalle di Kecamatan Pattallassang.
Ayah korban, Muchtar, kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polres Takalar. Laporan itu terdaftar dengan nomor LP/B/271/X/2026/SPKT/Polres Takalar/Polda Sulawesi Selatan, tertanggal 25 Oktober 2026.
Polisi Telusuri Pemicu Keributan
Di balik insiden yang merenggut nyawa tersebut, polisi menduga perselisihan atau ketersinggungan menjadi pemicu awal. Dugaan itu muncul dari informasi sementara yang diperoleh penyidik mengenai aktivitas sejumlah remaja sebelum kejadian.
Ginanjar mengatakan, berdasarkan pemeriksaan awal, sejumlah orang yang diduga terlibat sempat berkumpul dan mengonsumsi minuman beralkohol. Namun, kepolisian belum memastikan apakah konsumsi minuman tersebut berkaitan langsung dengan pecahnya keributan.
Penyidik masih mengumpulkan keterangan saksi, memeriksa pihak-pihak yang diamankan, serta mencocokkan informasi dengan barang bukti di lapangan.
“Kami masih mendalami motifnya, melakukan pemeriksaan, serta mengumpulkan alat bukti,” ujar Ginanjar, Senin (26/10/2026
(*)
