Bupati Takalar Resmi Buka MPLS Sekolah Rakyat Terintegrasi, Tonggak Baru Pendidikan Berkualitas di Takalar
Takalarnews.com – Kabupaten Takalar kembali menorehkan sejarah di bidang pendidikan. Bupati Takalar, Ir. H. Mohammad Firdaus Daeng Manye, MM, secara resmi membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat Terintegrasi Tahun Ajaran 2026/2027 di Kabupaten Takalar, Senin (14/7/2026). Pembukaan ini menjadi penanda dimulainya operasional salah satu program pendidikan prioritas nasional yang digagas Presiden RI untuk memperluas akses pendidikan berkualitas bagi masyarakat.
Prosesi pembukaan berlangsung meriah dan sarat nilai budaya. Acara diawali dengan penampilan Angngaru, tradisi penyambutan khas Bugis-Makassar, dilanjutkan tari kreasi daerah yang memukau para tamu undangan. Sejumlah siswa juga menampilkan kemampuan akademiknya melalui pidato berbahasa Inggris yang mendapat apresiasi dan tepuk tangan dari para hadirin.
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Takalar Dr. H. Hengky Yasin, S.Sos., MM, Sekretaris Daerah Kabupaten Takalar, Wakil Ketua I DPRD Takalar, unsur Forkopimda, perwakilan Kementerian Sosial RI, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kementerian PUPR, Kepala Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan, para kepala OPD, camat se-Kabupaten Takalar, kepala sekolah, tenaga pendidik, wali asuh, serta ratusan orang tua siswa yang turut mengantar anak-anak mereka pada hari pertama sekolah.
Dalam laporannya, perwakilan Kementerian Sosial RI mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Takalar atas keseriusannya mempercepat pelaksanaan program Sekolah Rakyat. Dari sembilan lokasi Sekolah Rakyat di Sulawesi Selatan, baru tiga daerah yang telah memulai MPLS, yakni Kota Makassar, Kabupaten Takalar, dan Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap).
“Kementerian Sosial menyampaikan terima kasih kepada Bapak Bupati beserta seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Takalar. Berkat dukungan dan koordinasi yang kuat, Sekolah Rakyat Takalar menjadi salah satu yang tercepat memulai MPLS di Sulawesi Selatan,” ujar perwakilan Kemensos.
Sementara itu, PPK Kementerian PUPR mengungkapkan progres pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi Takalar telah mencapai sekitar 85 persen. Meski masih terdapat beberapa pekerjaan penyelesaian, fasilitas utama telah siap digunakan sehingga kegiatan MPLS dapat berlangsung sesuai jadwal.
Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari komunikasi dan koordinasi yang intensif antara Kementerian PUPR, Kementerian Sosial, dan Pemerintah Kabupaten Takalar.
“Komitmen Bupati Takalar sangat luar biasa. Kami terus berkoordinasi agar sekolah ini segera dapat difungsikan secara optimal dan memberikan manfaat bagi anak-anak,” katanya.
Dalam sambutannya, Bupati Takalar mengisahkan perjuangan panjang hingga daerahnya berhasil memperoleh program Sekolah Rakyat. Ia mengaku tetap memperjuangkan Takalar meski masa pengusulan program telah dinyatakan ditutup.
“Saya datang langsung ke Jakarta membawa proposal dan mempresentasikan kesiapan Takalar. Walaupun pengusulan sudah ditutup, saya tetap berusaha memenuhi seluruh persyaratan, mulai dari kesiapan lahan, sertifikat hingga infrastruktur. Alhamdulillah, Takalar akhirnya dipercaya menjadi salah satu daerah penerima Sekolah Rakyat,” ungkap Daeng Manye.
Perjuangan tersebut membuahkan hasil membanggakan. Takalar menjadi salah satu daerah yang memperoleh Sekolah Rakyat jenjang SMP dan SMA sekaligus sebagai bentuk kepercayaan pemerintah pusat terhadap kesiapan daerah.
Bupati menegaskan bahwa Sekolah Rakyat merupakan program prioritas Presiden Prabowo Subianto dalam memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan. Menurutnya, fasilitas sekolah yang lengkap, mulai dari ruang belajar modern, asrama, aula, lapangan olahraga hingga layanan makan bagi siswa, menjadi modal besar dalam mencetak generasi unggul.
“Kalau menanam padi, tiga bulan sudah panen. Tetapi pendidikan baru akan kita panen hasilnya 10 hingga 20 tahun ke depan. Dari sekolah ini saya berharap lahir camat, tentara, polisi, dokter, bupati, bahkan menteri. Tidak ada yang mustahil jika anak-anak belajar dengan sungguh-sungguh,” tegasnya.
Pada tahun ajaran perdana, Sekolah Rakyat Terintegrasi Takalar diikuti 330 siswa, termasuk 60 siswa asal Kabupaten Gowa yang akan menempuh pendidikan berasrama bersama siswa dari Kabupaten Takalar.
Bupati berharap seluruh peserta didik memanfaatkan kesempatan tersebut sebaik-baiknya. Ia juga mengajak orang tua, tenaga pendidik, serta seluruh elemen pemerintah untuk bersama-sama menjaga dan mendukung keberlangsungan Sekolah Rakyat sebagai investasi jangka panjang dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.
“Ini bukan sekadar membangun gedung sekolah. Ini adalah membangun masa depan Indonesia. Dari tempat inilah kita berharap lahir generasi yang mampu mengangkat derajat keluarga, daerah, dan bangsa,” pungkasnya.
Pembukaan MPLS Sekolah Rakyat Terintegrasi Tahun Ajaran 2026/2027 menjadi tonggak penting bagi dunia pendidikan di Kabupaten Takalar. Dengan dukungan penuh pemerintah pusat dan pemerintah daerah, Sekolah Rakyat diharapkan menjadi model pendidikan berasrama yang mampu melahirkan generasi cerdas, berkarakter, dan menjadi solusi nyata dalam memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan.
(*)
