MGMP Bahasa Indonesia SMA Takalar Gelar Festival Bulan Bahasa dan Sastra 2026, Perkuat Literasi dan Apresiasi Sastra
Takalarnews.com — Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa dan Sastra Indonesia tingkat SMA Kabupaten Takalar menggelar Festival Bulan Bahasa dan Sastra Indonesia Tahun 2026 dengan tema “Menguatkan Literasi, Menghidupkan Bahasa, dan Mengapresiasi Sastra Indonesia.”
Kegiatan ini berlangsung di ruang pertemuan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Takalar, Jl.Fitrah No 3 Kel.Kalabbirang Kec Pattallassang Kab.Takalar Kamis (29/10/2026).
Acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Ustaz Rahmaluddin Sarro, S.Pd., M.Pd.

Kegiatan tersebut dihadiri Plt.Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII Takalar–Jeneponto, Hamzah, S.Pd., M.Pd., Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Takalar, Syainal Mannan,S.S.T.P,.M.Si , Ketua Panitia Sri Rejeki Arif, S.Pd., M.Pd., serta Ketua MGMP Bahasa dan Sastra Indonesia SMA Kabupaten Takalar, Basmawati, S.Pd.
Turut hadir juga Hajar, S.Pd., selaku sekretaris panitia sekaligus Sekretaris Umum Dikmen Forum ASN PPPK Takalar, Ketua Dikmen Forum ASN Takalar Zulkarnain Iskandar, S.Pd., serta para guru dan siswa SMA se-Kabupaten Takalar.
Dalam laporannya, Ketua Panitia Sri Rejeki Arif, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa penyelenggaraan Festival Bulan Bahasa dan Sastra Indonesia merupakan momentum untuk memperkuat semangat persatuan yang diwariskan melalui Sumpah Pemuda.
Ia mengungkapkan, kegiatan tersebut telah lama direncanakan, tetapi baru dapat direalisasikan pada tahun 2026 berkat kerja sama dan dukungan berbagai pihak.
Menurutnya, festival perdana ini terlaksana melalui kerja keras panitia, khususnya sekretaris kegiatan, Hajar, S.Pd., dukungan sponsor, serta iuran para guru. Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan dan berharap mendapatkan masukan untuk penyelenggaraan yang lebih baik pada masa mendatang.
Sementara itu, Ketua MGMP Bahasa dan Sastra Indonesia SMA Kabupaten Takalar, Basmawati, mengatakan bahwa terdapat 13 sekolah tingkat SMA yang menjadi bagian dari pembinaan MGMP di Kabupaten Takalar.
Ia mengajak seluruh guru untuk terus menjaga solidaritas, memperkuat kolaborasi, serta menjadi teladan bagi peserta didik, khususnya dalam penggunaan bahasa Indonesia yang santun dan baik.

Dirinya juga menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak, termasuk anggota DPRD dari Partai Gerindra dan Partai NasDem, serta Dinas Perpustakaan dan kearsipan kabupaten Takalar yang turut mendukung terlaksananya kegiatan tersebut.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Takalar, Syainal Mannan,S.S.T.P,.M Si dalam sambutannya menekankan pentingnya budaya membaca dan penguatan literasi bagi generasi muda.
Menurutnya, kebiasaan membaca dapat memperluas wawasan dan membantu seseorang menemukan solusi ketika menghadapi berbagai persoalan. Ia pun berpesan kepada para peserta agar menunjukkan kemampuan dan bakat terbaik dalam tiga cabang lomba yang dipertandingkan, yakni baca puisi, pidato, dan stand-up comedy.
“Anak-anakku, tunjukkan kemampuan dan bakat kalian dalam ketiga lomba ini. Semoga sukses dan jadikan pengalaman ini sebagai modal untuk meraih cita-cita,” pesannya.
Plt. Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII Takalar–Jeneponto, Hamzah, S.Pd., M.Pd., memberikan apresiasi atas terselenggaranya festival tersebut. Ia berharap kegiatan perdana ini menjadi bahan evaluasi untuk pelaksanaan yang lebih baik pada tahun-tahun berikutnya.
Ia juga menekankan pentingnya kerja keras guru Bahasa Indonesia dalam meningkatkan kemampuan peserta didik, termasuk dalam menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA).
Kepada para peserta lomba, ia berpesan agar menerima hasil perlombaan dengan sikap positif, menjunjung sportivitas, serta menghormati keputusan dewan juri.
Dirinya juga mengapresiasi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Takalar atas dukungan tempat pelaksanaan kegiatan.
Menutup sambutannya, Hamzah secara resmi membuka Festival Bulan Bahasa dan Sastra Indonesia Tahun 2026 dengan mengucapkan
“Bismillahirrahmanirrahim.” Melalui kegiatan ini, diharapkan tumbuh semangat literasi, kecintaan terhadap bahasa Indonesia, serta apresiasi terhadap karya sastra di kalangan pelajar. Festival ini juga menjadi wadah bagi siswa SMA di Kabupaten Takalar untuk mengembangkan kreativitas, keberanian, dan potensi diri melalui kegiatan berbahasa dan bersastra.
(Tojeng)
