GP Ansor Takalar Gelar Literasi Digital, Bahas Bahaya Judi Online bagi Generasi Muda

Takalarnews.com  – Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Takalar menggelar kegiatan Literasi Digital bertema “Bahaya Judi Online bagi Generasi Muda” di Kabupaten Takalar, Minggu (4/10/2026).

Kegiatan tersebut diikuti pengurus GP Ansor Takalar, kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Takalar, serta komunitas Bikerz Takalar. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap bahaya dan dampak negatif judi online.

Ketua PC GP Ansor Kabupaten Takalar, Musafir, hadir sebagai keynote speaker. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa judi online merupakan ancaman serius yang tidak hanya berdampak pada kondisi ekonomi, tetapi juga dapat merusak mental, kehidupan sosial, serta masa depan generasi muda.

“Judi online ini bukan hanya soal uang habis, tetapi juga soal mental dan masa depan yang bisa rusak. Banyak anak muda terjebak karena kurangnya literasi digital. Ansor Takalar tidak boleh diam, kita harus menjadi garda terdepan melawan penyakit masyarakat ini,” tegas Musafir.

Sementara itu, narasumber utama Ilham Ali Marka, S.Kom., memaparkan berbagai modus yang digunakan dalam promosi judi online, dampak yang ditimbulkan, serta langkah-langkah pencegahannya. Ia menjelaskan bahwa platform judi online dirancang untuk mendorong pemain terus bermain dengan berbagai pola yang dapat menimbulkan ketergantungan.

“Secara teknologi, judi online dirancang untuk membuat pemain terus bermain dan merasa memiliki peluang untuk menang. Dampaknya sangat nyata, mulai dari kehilangan uang, kebocoran data pribadi, terlilit utang, hingga munculnya persoalan sosial. Karena itu, literasi digital menjadi salah satu upaya penting untuk mencegahnya,” jelas Ilham Ali Marka.

Ia juga mengajak peserta agar lebih bijak menggunakan media sosial, mengenali promosi judi online yang kerap menyamar dalam berbagai bentuk konten digital, serta tidak mudah mengklik tautan mencurigakan. Peserta juga didorong untuk melaporkan akun maupun konten yang mempromosikan judi online kepada platform terkait.

Diskusi yang dipandu moderator Aswan berlangsung interaktif. Peserta dari PMII dan komunitas Bikerz Takalar aktif menyampaikan pertanyaan, khususnya terkait langkah pencegahan, aspek hukum, serta peran organisasi kepemudaan dalam membangun kesadaran di lingkungan masing-masing.

Melalui kegiatan tersebut, GP Ansor Takalar berharap terbangun kesadaran kolektif dan kolaborasi lintas organisasi kepemudaan untuk bersama-sama mencegah penyebaran judi online. Upaya itu diharapkan dapat menciptakan ruang digital yang lebih sehat, aman, dan produktif bagi generasi muda di Kabupaten Takalar.

(*/Tojeng)