Dua Hari Belajar Coding dan AI, Guru SDN 166 Inpres Bontorita Hasilkan 35 Media Pembelajaran Interaktif

Dua Hari Belajar Coding dan AI, Guru SDN 166 Inpres Bontorita Hasilkan 35 Media Pembelajaran Interaktif

Takalarnews.com  – Sebanyak 20 guru UPT SDN 166 Inpres Bontorita, Kelurahan Manongkoki, Kecamatan Polombangkeng Utara, Kabupaten Takalar, mengikuti pelatihan pembuatan media pembelajaran berbasis Coding dan Artificial Intelligence (AI). Kegiatan ini merupakan program kerja mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Handayani Makassar Angkatan XXVI Posko 02 Kelurahan Manongkoki yang berlangsung selama tiga hari, mulai 1 hingga 3 September 2026.

Pelatihan dibuka oleh Kepala UPT SDN 166 Inpres Bontorita, Imran, S.Pd., M.Pd., yang menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa KKN atas inisiatif menghadirkan pelatihan teknologi bagi para guru. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi ruang belajar bersama, baik bagi guru dalam memperoleh pengetahuan baru maupun bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan di tengah masyarakat. Pada hari pertama, kegiatan sempat mengalami penundaan akibat pemadaman listrik bergilir di wilayah Manongkoki, namun pelatihan tetap berjalan setelah aliran listrik kembali normal.

Materi hari pertama diawali dengan pengenalan dasar Coding dan Artificial Intelligence yang dibawakan mahasiswa Program Studi Teknik Informatika STMIK Handayani Makassar, Risal Ariansyah. Para guru kemudian mengikuti praktik coding sederhana menggunakan aplikasi Scratch melalui situs scratch.mit.edu. Dalam praktik tersebut, peserta belajar menyusun logika dan instruksi perintah untuk menggerakkan karakter animasi serta membuat media pembelajaran visual yang dapat merespons sesuai perintah yang diberikan.

Memasuki hari kedua, pelatihan berfokus pada pemanfaatan Artificial Intelligence untuk membantu guru membuat bahan ajar dan media pembelajaran. Para peserta diperkenalkan cara menyusun perintah atau prompt secara spesifik agar AI dapat menghasilkan produk sesuai kebutuhan pembelajaran.

Guru-guru kemudian mempraktikkan pembuatan soal bergambar dalam format Word, poster tabel perkalian, struktur organisasi kelas, serta materi tentang siklus hidup manusia, tumbuhan, dan hewan. Selama rangkaian pelatihan, sebanyak 35 produk media pembelajaran berhasil dibuat oleh para peserta dengan pendampingan mahasiswa KKN.

Imran mengatakan pelatihan tersebut berawal dari diskusinya bersama mahasiswa KKN saat melakukan kunjungan awal ke sekolah. Melihat latar belakang mahasiswa di bidang komputer dan teknologi informasi, dirinya mengusulkan agar mereka memperkenalkan Coding dan AI kepada para guru.

“Kegiatan ini diharapkan tidak berhenti setelah mahasiswa KKN selesai bertugas. Kami berharap guru dapat terus mengulang dan belajar bersama melalui Komunitas Belajar Guru yang rutin dilaksanakan setiap hari Sabtu, sehingga pemanfaatan teknologi benar-benar dapat diterapkan dalam proses pembelajaran di kelas,” ujar Imran.

Salah seorang peserta, Rosmala Dewi, mengaku pelatihan tersebut memberikan pengalaman baru dalam memanfaatkan teknologi digital untuk kegiatan belajar mengajar. Sebelum mengikuti pelatihan, dirinya mengaku belum memahami penggunaan AI.

Namun setelah mengikuti kegiatan selama dua hari telah mampu memanfaatkannya untuk membantu membuat bahan pembelajaran. Sementara itu, perwakilan mahasiswa KKN, Risal Ariansyah, mengaku bangga dapat berbagi pengetahuan digital kepada para guru dan melihat tingginya antusiasme peserta selama praktik berlangsung.

Pelatihan dijadwalkan ditutup pada 3 September 2026, dengan harapan pengetahuan Coding dan AI yang diperoleh dapat terus dikembangkan untuk menciptakan pembelajaran yang lebih kreatif, menarik, dan interaktif bagi siswa.

(*/Tojeng)