Petugas Pengairan Klarifikasi: Gagal Panen di 700 Hektare Sawah Mangarabombang Diperkirakan Hanya Sekitar 20 Persen

Petugas Pengairan Klarifikasi: Gagal Panen di 700 Hektare Sawah Mangarabombang Diperkirakan Hanya Sekitar 20 Persen

Takalarnews.com – Krisis pasokan air yang melanda wilayah Kecamatan Mangarabombang (Marbo), Kabupaten Takalar, memang berdampak terhadap sektor pertanian pada musim tanam (MT) II.

Namun, berdasarkan data petugas pengairan di lapangan, tingkat gagal panen tidak mencapai 50 persen sebagaimana yang sempat beredar, melainkan diperkirakan sekitar 20 persen.

Petugas Pengairan wilayah Mangarabombang, Parman Tiro, menjelaskan bahwa dari sekitar 700 hektare lahan persawahan yang ditanami padi di Desa Lengkese dan Desa Bontomanai, hanya sekitar 100 hektare yang hasil panennya tidak maksimal akibat kekurangan pasokan air.

“Kalau dipersentasekan, luas lahan yang terdampak hanya sekitar 20 persen. Jadi bukan 50 persen. Memang ada penurunan hasil panen, tetapi tidak seluruh lahan mengalami gagal panen,” ujar Parman Tiro saat memberikan klarifikasi.

Meski demikian, ia mengakui krisis air tetap menjadi persoalan serius yang harus mendapat perhatian bersama karena telah menyebabkan sebagian petani mengalami kerugian dan penurunan hasil produksi pada musim tanam tahun ini.

“Kami turut prihatin atas kondisi yang dialami para petani. Insyaallah, ini akan menjadi bahan evaluasi agar ke depan distribusi air irigasi dapat lebih optimal sehingga kejadian serupa tidak terulang,” tutupnya.

(*)