Akibat Krisis Air, Sekitar 700 Hektare Sawah di Mangarabombang Gagal Panen hingga 50 Persen

Akibat Krisis Air, Sekitar 700 Hektare Sawah di Mangarabombang Gagal Panen hingga 50 Persen

Takalarnews.com – Krisis pasokan air yang melanda wilayah Kecamatan Mangarabombang (Marbo), Kabupaten Takalar, berdampak serius terhadap sektor pertanian. Sekitar 700 hektare lahan persawahan di Desa Lengkese dan Desa Bontomanai yang ditanami padi pada musim tanam (MT) II dilaporkan mengalami penurunan produktivitas, bahkan sebagian gagal panen hingga mencapai sekitar 50 persen.

Kondisi tersebut menyebabkan para petani menghadapi kerugian yang cukup besar. Selain hasil panen yang diperkirakan menurun drastis, biaya produksi yang telah dikeluarkan mulai dari pengolahan lahan, pembelian benih, pupuk, hingga biaya perawatan tanaman terancam tidak dapat tertutupi oleh hasil panen yang diperoleh.

Salah seorang petugas pengairan Jeneberang yang dikonfirmasi pada Jumat (10/7/2026) membenarkan bahwa sekitar 700 hektare lahan persawahan di Kecamatan Mangarabombang terdampak minimnya pasokan air. Menurutnya, kondisi tersebut mengakibatkan pertumbuhan tanaman padi tidak maksimal sehingga hasil panen petani diperkirakan jauh di bawah target.

Ketua Komunitas Petani Mangarabombang, Daeng Borong, mengaku prihatin atas kondisi yang dialami para petani. Ia menyebut kekurangan air irigasi menjadi persoalan utama yang harus segera mendapat perhatian dari pihak terkait agar kerugian petani tidak semakin besar dan keberlangsungan produksi pangan tetap terjaga.

Para petani berharap pemerintah bersama instansi teknis segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi krisis air yang terjadi di wilayah tersebut.

Mereka meminta adanya solusi jangka pendek maupun jangka panjang agar distribusi air irigasi dapat kembali normal, sehingga musim tanam berikutnya tidak kembali diwarnai ancaman gagal panen yang berdampak pada perekonomian masyarakat.

(tojeng)